KARAWANG, halokrw.com- Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sering bikin miris. Banyak korban yang sebenarnya butuh pertolongan, tapi memilih diam karena takut, malu, atau khawatir jadi bahan omongan. Nah, sekarang Pemkab Karawang kasih solusi dengan menghadirkan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak).
UPTD PPA ini datang dengan 11 layanan utama yang bikin korban nggak lagi merasa sendirian. Ada layanan penerimaan laporan, pendampingan psikologis, bantuan hukum, shelter aman, sampai reintegrasi sosial biar korban bisa kembali menjalani hidup dengan lebih tenang.
Kepala UPTD PPA Karawang, Karina Nur Regina, bilang kalau layanan ini dibuat lebih lengkap supaya korban bisa dapat perlindungan dari awal sampai akhir.
“Kalau dulu masih terbatas, sekarang pendampingan bisa lebih menyeluruh dan tuntas” kata Regina usai acara peluncuran inovasi PELITA dan peresmian UPTD PPA, Kamis (25/9/2025) pagi di Aula Husni Hamid Pemda Karawang.
Biar informasi makin gampang diakses, UPTD PPA juga meluncurkan inovasi PELITA (Perlindungan Perempuan dan Anak lewat Layanan Informasi Media Audio Visual). Lewat PELITA, sosialisasi soal perlindungan bisa nyampe ke masyarakat luas, bahkan sampai tingkat desa.
Kepala Dinas DP3A Karawang, Wiwiek Krisnawati, S.Sos, menegaskan kalau program ini nggak cuma soal penanganan, tapi juga soal keberanian masyarakat untuk speak up.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa melapor itu penting. Korban nggak boleh takut atau malu, karena ada negara yang siap mendampingi dan melindungi,” katanya.
Wiwiek mengungkapkan, jumlah laporan kasus kekerasan hingga September ini sebanyak 111 kasus. Tapi Pemkab percaya, angka yang sesungguhnya bisa lebih besar.
“Karena itu, lewat UPTD PPA dan 11 layanan barunya, pemerintah terus mendorong korban dan keluarga untuk berani melapor, supaya setiap kasus bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

0 Comments