JAKARTA, halokrw.com – Tepat 13 tahun lalu, pada 26 Desember 2012, publik Jakarta dikejutkan oleh sebuah aksi yang tak lazim dilakukan seorang kepala daerah. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo, turun langsung ke dalam gorong-gorong di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Aksi tersebut sontak menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan luas.
Dengan mengenakan batik Korpri, Jokowi menyusuri gorong-gorong berdiameter sempit yang selama ini menjadi salah satu biang persoalan banjir di ibu kota. Meski beberapa warga sempat mengingatkan soal keselamatan, Jokowi tetap melanjutkan peninjauan sebagai bentuk komitmen melihat langsung kondisi di lapangan, bukan sekadar menerima laporan.
Dari hasil tinjauan itu, Jokowi menilai kapasitas gorong-gorong tidak lagi memadai untuk menampung debit air saat hujan deras. Ia pun menggulirkan rencana pelebaran saluran air secara besar-besaran, yang dirancang membentang dari kawasan MT Haryono hingga Pluit, Jakarta Utara. Selain untuk pengendalian banjir, proyek tersebut juga diproyeksikan memiliki fungsi tambahan sebagai jalur utilitas di masa depan.
Aksi turun ke gorong-gorong ini kemudian menjadi salah satu simbol gaya kepemimpinan Jokowi: blusukan, sederhana, dan berani menyentuh langsung akar persoalan. Hingga kini, momen tersebut masih dikenang sebagai potret kepemimpinan yang mampu mengguncang Jakarta dan membentuk persepsi publik terhadap sosok Jokowi di panggung nasional.

0 Comments