KARAWANG, halokrw.com – Fenomena living together, tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan, kini tengah menjadi perbincangan hangat. Salah satu peristiwa tragis yang sempat mengundang perhatian luas adalah kasus di Mojokerto, di mana Alvi Maulana (24) tega membunuh dan memutilasi pacarnya, Tiara Angelina Saraswati (25), setelah mereka tinggal bersama di sebuah kos di Surabaya tanpa menikah sah maupun siri.
Menanggapi isu tersebut, Tim Redaksi Halo Karawang mencoba melakukan investigasi terhadap sejumlah narasumber. Ada yang bersedia diwawancarai melalui pesan WhatsApp, ada pula yang ditemui secara langsung di Karawang. Meski awalnya banyak yang menolak dan merasa malu, sebagian akhirnya bersedia berbagi cerita dengan syarat identitas mereka dirahasiakan.
Seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta berinisial R (21) mengungkapkan alasan utama fenomena ini adalah faktor ekonomi dan kenyamanan. “Ngekos sendiri kan mahal, jadi lebih murah kalau bareng. Selain itu, tinggal bersama bikin mereka lebih gampang saling bantu. Risikonya ada, tapi banyak yang tetap jalanin,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (8/9/2025) siang kemarin.
Dari segmen pekerja swasta, seorang karyawan kawasan industri Karawang berinisial A (27) menyampaikan alasan serupa namun lebih terkait dengan rutinitas kerja yang padat.
“Kerja di pabrik itu waktunya berat, pulang udah lelah. Banyak orang akhirnya memilih tinggal bersama pacar supaya lebih gampang bertemu dan melepas penat. Kalau ekonomi masih berat, pikir mereka, daripada buru-buru nikah, lebih praktis tinggal bareng saja,” ujarnya.
Fenomena ini tentu memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian menganggap living together sebagai pilihan pribadi yang lumrah di era modern, sementara sebagian lainnya menilai praktik tersebut bertentangan dengan norma sosial dan agama.
[Foto : Ilustrasi]

0 Comments