BANDUNG, halokrw.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggulirkan program baru untuk meringankan beban warga kurang mampu yang akan menggelar hajatan. Melalui skema ini, masyarakat dapat menghadirkan grup kesenian tradisional secara gratis tanpa harus berutang ke bank emok.
Menurut Dedi, salah satu komponen biaya terbesar dalam sebuah hajatan adalah menyewa hiburan seni. Untuk itu, Pemprov Jabar tengah menyelesaikan pembangunan sebuah aplikasi khusus yang memungkinkan warga kategori tidak mampu mengajukan permohonan bantuan kesenian.
“Warga yang hajatan dan masuk kategori tidak mampu bisa mengajukan bantuan lewat aplikasi. Jadi tidak perlu pinjam bank emok hanya untuk bayar seni,” ujar Dedi di Gedung Sate belum lama ini dikutip dari Pikiran-Rakyat.Com.
Pemprov Jabar kini sedang melakukan pendataan kelompok seni di seluruh kabupaten/kota sekaligus menghitung kebutuhan anggaran. Setelah permohonan masuk, pemerintah akan menunjuk grup seni dari daerah setempat untuk tampil di lokasi hajatan. Seluruh biaya pertunjukan akan ditanggung oleh pemerintah.
“Nanti kalau ada warga di Garut butuh calung, ya calung Garut yang kita tugaskan. Pembayarannya dari pemerintah,” jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa program ini sekaligus menjadi langkah untuk menggerakkan ekonomi para seniman lokal. Menurutnya, mendukung kelompok seni tampil di hajatan jauh lebih efektif dibanding menggelar panggung pemerintahan yang penontonnya terbatas.
Dari sisi anggaran, Dedi menyebut biaya pertunjukan kesenian lokal relatif terjangkau. Tarif pementasan berkisar Rp3 juta hingga Rp15 juta. Dengan anggaran Rp1,5 miliar, pemerintah bisa membantu sekitar seratus hajatan warga.
“Biayanya murah, nggak perlu pakai EO. Satu setengah miliar bisa untuk seratus hajatan,” tambahnya.
Program ini akan mulai berjalan setelah aplikasi dan proses administrasi anggaran dirampungkan. “Aplikasinya sedang dibuat,” tutup Dedi.

0 Comments