KARAWANG, halokrw.com –
KARAWANG – Banjir yang meluap di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, tidak hanya merendam permukiman dan tambak warga, tetapi juga memicu ancaman keselamatan lainnya. Dua petani tambak setempat, H. Iam (60) dan Nasim (45), menjadi korban serangan ular cobra saat banjir terjadi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika keduanya tengah beraktivitas di area tambak yang terendam air. Diduga, banjir membuat habitat ular terganggu hingga masuk ke area aktivitas warga.
Sekretaris Desa Sedari, Karyudi, mengatakan pihak desa langsung bertindak cepat setelah menerima laporan kejadian tersebut. Kedua korban segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Untuk H. Iam langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Klinik Panji Petualang di Purwakarta. Ditangani langsung oleh pawang, saat ini sudah pulang ke rumah dan kondisinya terus membaik,” ujar Karyudi, Selasa (20/1) siang.
Sementara itu, Nasim mengalami luka yang lebih serius akibat gigitan ular cobra. Ia langsung dilarikan ke RSUD Rengasdengklok dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
“Untuk Nasim kondisinya agak parah, sehingga langsung dibawa ke RSUD Rengasdengklok. Walaupun saat itu rumah sakit belum menerima pasien BPJS, alhamdulillah pihak rumah sakit mengutamakan keselamatan warga,” lanjutnya.
Karyudi juga menyampaikan bahwa penanganan cepat ini tidak lepas dari kepedulian serta koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan pihak kecamatan. Pemerintah desa telah berupaya maksimal membantu proses evakuasi dan penanganan awal terhadap kedua korban.
Namun demikian, pihak desa berharap adanya bantuan dan kepedulian dari masyarakat luas. Pasalnya, kedua korban merupakan warga tidak mampu, khususnya Nasim yang saat ini masih dirawat di rumah sakit dan membutuhkan biaya tambahan untuk keperluan keluarga selama masa penjagaan.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, terutama untuk keluarga Nasim yang saat ini masih mendampingi di rumah sakit,” pungkas Karyudi.

0 Comments