Sanggabuana Segera Jadi Tahura, Kawasan Hutan di 4 Kabupaten Ini Masuk Proses Konservasi


KARAWANG, halokrw.com –Upaya panjang menjadikan kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana sebagai wilayah konservasi akhirnya memasuki tahap penting. Setelah diusulkan sejak 2021, kawasan yang membentang di empat kabupaten, Karawang, Bogor, Cianjur, dan Purwakarta, kini resmi diproses untuk perubahan status menjadi kawasan pelestarian alam.

Rencananya, kawasan ini akan ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura), salah satu bentuk Kawasan Pelestarian Alam yang difokuskan pada perlindungan sekaligus pemanfaatan berkelanjutan.

Plt. Direktur Eksekutif Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Annisa Sutarno, mengungkapkan bahwa Kementerian Kehutanan RI telah membentuk Tim Terpadu untuk melakukan kajian menyeluruh. Tim tersebut dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada 1 April 2026.

Sebelum tahap ini, SCF bersama berbagai pihak telah lebih dulu menyusun kajian ilmiah pada 2023. Koordinasi lintas stakeholder pun telah dilakukan, melibatkan pemerintah daerah, Perhutani, hingga aparat wilayah dari tingkat kabupaten hingga desa.

Tak hanya Sanggabuana, pembahasan juga mencakup usulan kawasan hutan lain seperti Cibungur di Purwakarta dan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung, yang sama-sama diproyeksikan menjadi Tahura.

Awalnya, kawasan Sanggabuana sempat direncanakan menjadi taman nasional. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi lapangan dan aspek pengelolaan, status Taman Hutan Raya dinilai lebih ideal.

Kawasan ini memang memiliki nilai ekologis tinggi. Data SCF mencatat sedikitnya 482 jenis satwa liar hidup di dalamnya, dengan puluhan di antaranya berstatus dilindungi. Bahkan, Sanggabuana menjadi habitat penting bagi satwa langka seperti owa jawa dan macan tutul jawa.

Baca Juga:  Jantung dan Stroke Jadi Perhatian, RS Lira Medika Karawang Perkuat Layanan Rujukan

Tak hanya itu, kawasan ini juga berperan vital sebagai daerah tangkapan air. Terdapat ratusan titik mata air yang menjadi sumber aliran menuju Waduk Jatiluhur dan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Annisa menyebut, capaian ini merupakan hasil kerja panjang tim Sanggabuana Wildlife Ranger yang selama lebih dari lima tahun melakukan penelitian, eksplorasi, dan kampanye konservasi.

Upaya tersebut juga didukung berbagai perguruan tinggi dan lembaga konservasi nasional maupun internasional.

Dukungan terhadap perubahan status ini juga datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menyatakan pentingnya menjaga keberlanjutan hutan di wilayahnya. Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni telah menyatakan persetujuan atas usulan perubahan fungsi kawasan tersebut.

Jika hasil kajian Tim Terpadu merekomendasikan status Tahura, maka pengelolaan kawasan Sanggabuana akan beralih dari Perhutani ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan secara lebih optimal.

Iklan
Ad 1

Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments