KARAWANG, halokrw.com – Di tengah hamparan sawah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, berdiri sebuah kawasan bersejarah yang menjadi saksi bisu peradaban Nusantara sejak lebih dari 1.600 tahun lalu. Situs Percandian Batujaya, yang diyakini merupakan peninggalan masa Kerajaan Tarumanagara, hingga kini masih menjadi magnet bagi wisatawan maupun peneliti dari berbagai daerah.
Memasuki masa libur sekolah, kawasan Candi Jiwa dan Candi Blandongan dipadati pengunjung yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus mengenal lebih dekat salah satu situs cagar budaya tertua di Indonesia. Berdasarkan data pengelola, wisatawan didominasi berasal dari Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.
Juru Pelihara Situs Percandian Batujaya, Nasri (40), mengatakan jumlah kunjungan memang meningkat setiap musim liburan. Selain berwisata, banyak pengunjung datang untuk mempelajari sejarah yang tersimpan di kawasan tersebut.
“Kalau libur sekolah memang terasa lebih ramai. Pengunjung paling banyak berasal dari Bekasi dan Karawang,” ujarnya saat ditemui di kawasan Candi Jiwa, Rabu (8/7/2026).
Nasri menjelaskan, sebagai juru pelihara ia bertugas menjaga kebersihan kawasan, mendata setiap wisatawan yang datang, sekaligus memberikan penjelasan mengenai sejarah Situs Percandian Batujaya. Menurutnya, edukasi kepada pengunjung menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian cagar budaya.
Ia mengungkapkan, pembugaran Candi Jiwa dimulai pada 1996 setelah melalui penelitian arkeologi. Penelitian kemudian berlanjut ke Candi Blandongan pada 1999 dan diteruskan pada 2001. Karena memiliki ukuran lebih besar, proses pemugaran Candi Blandongan membutuhkan waktu lebih lama.
“Hingga sekarang penelitian masih terus dilakukan. Masih banyak titik di kawasan Batujaya yang terus dikaji para arkeolog,” katanya.
Keunikan Situs Batujaya tidak hanya terletak pada usianya yang diperkirakan mencapai sekitar 1.600 tahun. Berbeda dengan candi-candi besar di Pulau Jawa yang umumnya dibangun menggunakan batu andesit, bangunan candi di Batujaya tersusun dari batu bata, menjadikannya memiliki karakter arsitektur yang khas.
Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga menyimpan kisah menarik mengenai asal-usul nama Candi Jiwa dan Candi Blandongan. Nama Candi Jiwa berasal dari cerita masyarakat tentang hewan ternak yang dahulu sering ditemukan mati secara misterius di sekitar lokasi sebelum dilakukan penggalian. Sementara Candi Blandongan dinamai berdasarkan kebiasaan para petani yang menjadikan gundukan tanah di lokasi tersebut sebagai tempat berteduh saat beristirahat dari bekerja di sawah.
Bagi para wisatawan, berkunjung ke Situs Batujaya bukan sekadar menikmati suasana pedesaan yang tenang. Kawasan ini juga menjadi ruang belajar terbuka tentang jejak peradaban kuno yang pernah berkembang di wilayah Karawang.
Salah seorang pengunjung, Inayah (19), warga Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, mengaku sengaja datang bersama temannya karena penasaran dengan sejarah yang dimiliki situs tersebut.
“Di sini kan situs sejarah, jadi tertarik saja datang ke sini. Jaraknya juga lumayan dekat dari rumah,” katanya.
Menurut Inayah, setiap kunjungannya selalu memberikan pengetahuan baru mengenai sejarah Karawang.
“Tempatnya bagus, nyaman juga. Setelah datang ke sini jadi lebih tahu kalau di daerah sini ada situs sejarah. Jadi nambah wawasan juga,” ujarnya.
Ia berharap pengelola dapat menambah fasilitas tempat sampah agar kebersihan kawasan tetap terjaga, terutama ketika jumlah wisatawan meningkat selama musim liburan.
Penulis : Anggun Amelia

0 Comments