KARAWANG, halokrw.com – Suasana berbeda terasa di halaman SMAN 1 Karawang saat ratusan siswa mengikuti rangkaian Pesantren Ramadan yang tahun ini diwarnai aksi tanam pohon. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian lingkungan sekaligus wujud implementasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan nyata.
Tak hanya diisi dengan kajian keislaman dan pembinaan karakter, Pesantren Ramadan kali ini mengajak siswa turun langsung menanam bibit pohon di area sekolah dan sekitarnya. Aksi ini menjadi bentuk edukasi bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Sigit Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya melalui aksi nyata.
“Pesantren Ramadan bukan hanya soal memperdalam ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter. Menanam pohon adalah simbol kepedulian dan keberlanjutan. Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari akhlak mulia dan bentuk rasa syukur kepada Allah,” ujar Sigit, Jumat (28/2) kemarin.
Ia menambahkan, aksi tanam pohon juga menjadi kontribusi sekolah dalam mendukung gerakan penghijauan serta membangun kesadaran kolektif di kalangan generasi muda.
“Kami berharap kebiasaan baik ini tidak berhenti di sini. Siswa bisa membawa semangat peduli lingkungan ini ke rumah dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Aida Kamila, siswi kelas XI 4, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman spiritual yang berbeda baginya sebagai pelajar muslim.
“Biasanya Pesantren Ramadan identik dengan ceramah dan tadarus. Tapi kali ini kami diajak langsung berbuat. Menanam pohon membuat saya merasa sedang menjalankan ajaran Islam secara nyata. Islam mengajarkan kita untuk tidak merusak bumi. Jadi ini bukan sekadar kegiatan sekolah, tapi juga bagian dari ibadah,” ungkap Aida.
Menurutnya, aksi sederhana seperti menanam pohon bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama pohon tersebut memberi manfaat.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan siswa non-muslim. N Kayla W.P, siswi XI 4, menyampaikan bahwa dirinya merasa dihargai dan tetap dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Walaupun saya non-muslim, saya tetap diajak berpartisipasi. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, tidak melihat latar belakang agama. Saya merasa senang karena kegiatan ini menyatukan kami dalam tujuan yang sama, yaitu membuat sekolah lebih hijau dan nyaman,” tuturnya.
Kayla menilai kegiatan tersebut menjadi contoh toleransi yang nyata di lingkungan sekolah. Baginya, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial justru semakin kuat ketika semua siswa terlibat tanpa sekat perbedaan.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, aksi tanam pohon dalam rangkaian Pesantren Ramadan SMAN 1 Karawang ini menjadi bukti bahwa generasi muda tak hanya religius secara spiritual, tetapi juga sadar lingkungan. Sebuah langkah kecil yang diharapkan tumbuh menjadi gerakan besar demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

0 Comments