KARAWANG, halokrw.com – Anggota DPR RI Komisi IX, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi Indonesia ke depan. Dengan dominasi pemilih muda yang mencapai sekitar 80 persen dari total populasi pemilih nasional, Cellica menilai suara anak muda kini bukan hanya pelengkap, tapi justru menjadi penentu masa depan politik bangsa.
Hal itu disampaikan Cellica usai menjadi narasumber Seminar Nasional Dies Natalis ke-16 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Rabu (5/11) siang kemarin.
Cellica mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik, melainkan ikut aktif mengawal jalannya demokrasi agar lebih bersih, cerdas, dan berintegritas.
“Anak muda hari ini bukan lagi sekadar penonton demokrasi. Dengan jumlah yang begitu besar, generasi muda bisa menjadi kekuatan penentu arah bangsa. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau mereka melek politik, paham isu, dan berani bersuara,” ujar Anggota Fraksi Partai Demokrat ini.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda bukan semata soal datang ke TPS saat pemilu, tetapi juga bagaimana mereka berperan aktif dalam membangun budaya politik yang sehat, mulai dari ruang kampus, media sosial, hingga lingkungan masyarakat.
Cellica menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti derasnya arus informasi yang tidak selalu benar, disinformasi politik, hingga praktik politik uang yang masih terjadi di beberapa daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya literasi politik agar anak muda tidak mudah terprovokasi dan bisa mengambil keputusan politik yang rasional.
“Jangan biarkan politik dikendalikan oleh uang atau pencitraan. Anak muda harus jadi pelopor politik cerdas, politik gagasan, dan politik yang membawa perubahan,” tegasnya.
Sebagai politisi yang berangkat dari daerah, Cellica juga berbagi pengalamannya tentang pentingnya politik yang dekat dengan rakyat dan berbasis nilai-nilai moralitas serta empati sosial. Ia menilai ke depan, wajah demokrasi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas pemikiran dan sikap politik generasi muda hari ini.
Melalui forum akademik seperti Dies Natalis FISIP UNSIKA ini, Cellica berharap kampus dapat terus menjadi ruang pembelajaran politik yang kritis dan progresif, tempat lahirnya calon-calon pemimpin muda yang berintegritas dan peduli terhadap masa depan bangsa.
“Kalau anak muda mau peduli dan berani terlibat, maka kita akan punya harapan besar untuk melihat Indonesia yang lebih jujur, adil, dan berkemajuan,” pungkasnya.

0 Comments