KARAWANG, halokrw.com – Langit senja perlahan meredup di ufuk barat Karawang. Semburat jingga menyentuh kaca-kaca bangunan, menghadirkan suasana syahdu yang selalu dinanti saat Ramadan tiba. Di sudut kota yang terus tumbuh sebagai kawasan industri, ada ruang yang sengaja diciptakan untuk memperlambat waktu, mengajak orang kembali duduk, berbagi, dan menikmati kebersamaan.
Ramadan tahun ini, Delonix Hotel Karawang menghadirkan pengalaman berbuka bertajuk Kampoeng Nelayan. Sebuah konsep yang tak sekadar menawarkan hidangan, tetapi juga suasana, hangat, akrab, dan sarat cerita tentang kehidupan pesisir yang sederhana namun penuh makna.
Memasuki area restoran, nuansa elegan berpadu sentuhan dekorasi bernapas laut. Meja-meja panjang tertata rapi, mengingatkan pada tradisi makan bersama di kampung nelayan saat para perahu telah bersandar dan hasil tangkapan dibagi. Aroma laut dan bara arang seakan menjadi pembuka percakapan, sebelum azan magrib benar-benar memecah hening.
Di atas meja sajian, tema Blessings of the Sea menjadi pusat perhatian. Ikan bawal, cumi, dan udang dipanggang di atas bara arang, menjaga keaslian rasa sekaligus menghadirkan aroma asap yang menggoda. Setiap kepulan wangi seolah membawa bayangan ombak yang memecah dermaga. Hidangan laut itu disandingkan dengan Fisherman’s Roast Chicken, ayam panggang berbumbu tradisional yang dimasak perlahan hingga lembut dan meresap.
Konsep berbagi menjadi inti dari pengalaman ini. Tak ada jarak di antara piring-piring yang tersaji. Tangan-tangan saling meraih, tawa kecil terdengar, dan percakapan mengalir tanpa terasa. Di situlah esensi Ramadan menemukan maknanya, pada momen sederhana yang mengikat kembali hubungan yang mungkin sempat renggang oleh rutinitas.
Sebelum menyentuh hidangan utama, tamu diajak menikmati 17 pilihan takjil. Kolak tradisional dengan kuah santan yang lembut, aneka jajanan manis Nusantara, kurma, hingga minuman buah segar menjadi jeda yang menenangkan. Sebuah pengantar lembut menuju santap malam yang lebih mengenyangkan.
“Kampoeng Nelayan merefleksikan cara kami memaknai Ramadan sebagai waktu untuk mempererat kembali hubungan dan menikmati kebersamaan,” ujar Widi Handi Wijaya, Director of Sales Delonix Hotel Karawang. Menurutnya, pengalaman ini dirancang agar terasa santai, tanpa kemewahan berlebihan, namun tetap menghadirkan kualitas rasa dan kenyamanan.
Program iftar ini berlangsung setiap hari mulai 21 Februari hingga 19 Maret 2026. Dengan harga Rp198.000 net per orang dewasa dan Rp121.000 net untuk anak usia 5 hingga 12 tahun, Kampoeng Nelayan terbuka bagi keluarga, kolega, maupun sahabat yang ingin merayakan Ramadan dalam suasana berbeda. Anak di bawah lima tahun pun dapat menikmati sajian secara cuma-cuma.

0 Comments