PURWAKARTA, halokrw.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mendorong pelaku UMKM Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, untuk memanfaatkan digital marketing sebagai strategi pemasaran. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi bertema “Dukung Produk Lokal dengan Digitalisasi Marketing” pada 12 Januari 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti pelaku UMKM dan masyarakat desa. Sebanyak 16 mahasiswa KKN Unsika terlibat langsung dalam penyelenggaraan program, mulai dari persiapan materi hingga pendampingan praktik digital.
Potensi UMKM Desa Cibodas Cukup Besar
Desa Cibodas memiliki beragam produk UMKM yang potensial. Produk tapai khas desa bahkan telah dipasarkan hingga Cikampek dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Selain produk pangan, warga juga mengembangkan usaha ramah lingkungan seperti produksi sabun cuci dari minyak jelantah.
Potensi ini menunjukkan bahwa UMKM Desa Cibodas memiliki daya saing. Namun, banyak pelaku usaha masih mengandalkan pemasaran tradisional dari mulut ke mulut. Keterbatasan pemahaman teknologi digital membuat jangkauan pasar mereka belum berkembang luas.
Fokus pada Digital Marketing dan Branding
Mahasiswa KKN Unsika melihat kondisi tersebut sebagai peluang pengembangan. Mereka kemudian menyusun program sosialisasi yang menitikberatkan pada:
-
Pengenalan konsep digital marketing
-
Cara memanfaatkan Instagram dan WhatsApp Business
-
Teknik foto produk sederhana
-
Strategi branding agar produk lebih dikenal
Peserta tidak hanya menerima teori. Mahasiswa juga mengajak pelaku UMKM praktik langsung membuat konten promosi sederhana menggunakan ponsel.
Pembuatan Akun Instagram UMKM Desa
Sebagai langkah nyata, mahasiswa membuat akun Instagram khusus UMKM Desa Cibodas. Akun ini dirancang sebagai etalase digital produk-produk lokal warga.
Mahasiswa juga memberikan panduan cara mengunggah konten, menulis caption promosi, serta menentukan waktu posting yang efektif. Dengan cara ini, pelaku UMKM dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh.
Karang Taruna Dilibatkan untuk Keberlanjutan
Agar program tidak berhenti setelah KKN selesai, mahasiswa menggandeng Karang Taruna Desa Cibodas sebagai pengelola akun media sosial. Peran ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi promosi produk.
Koordinator kegiatan menyebut digitalisasi UMKM desa harus dilakukan bertahap namun berkelanjutan. Menurutnya, media sosial bisa menjadi jembatan bagi produk desa untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Disambut Positif Warga
Pelaku UMKM dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa mendapatkan wawasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Beberapa peserta bahkan mulai tertarik memotret ulang produknya untuk dipasarkan secara online. Antusiasme ini menunjukkan kesiapan warga untuk beradaptasi dengan sistem pemasaran digital.
Langkah Awal Transformasi Ekonomi Desa
Program KKN ini menjadi langkah awal transformasi ekonomi desa berbasis digital. Jika dilakukan secara konsisten, digital marketing dapat membantu UMKM meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat identitas produk lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unsika membuktikan bahwa peran akademisi tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat. Pendampingan seperti ini diharapkan mampu mendorong UMKM desa naik kelas dan lebih siap menghadapi persaingan pasar.
website resmi Universitas Singaperbangsa Karawang : https://www.unsika.ac.id/


0 Comments