KARAWANG, halokrw.com – Tim Hukum Jabar Istemewa resmi mengajukan laporan balik ke Polda Jawa Barat terkait tudingan penyimpangan dalam proyek normalisasi sungai yang sebelumnya disampaikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Karawang terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta dua kepala desa: Wadas Junaedi dan Sukamakmur Dede.
Langkah hukum ini ditempuh setelah beredarnya sebuah video yang dinilai mengandung tuduhan serius dan berpotensi mencemarkan nama baik. Tim hukum menilai konten dalam video tersebut tidak berdasar, sehingga pelaporan dilakukan dengan menggunakan payung hukum Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Jutek Bongso, yang memimpin tim hukum tersebut, menegaskan bahwa seluruh fakta yang disampaikan KAMI tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Ia menilai proses pelaksanaan proyek normalisasi telah berjalan sesuai ketentuan teknis, mekanisme anggaran, dan prosedur pengawasan yang berlaku.
“Tidak ada unsur penyimpangan seperti yang dituduhkan. Semua kegiatan berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Laporan balik ke Polda Jabar juga dimaksudkan untuk memastikan penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan tersebut dapat diuji secara hukum. Tim Hukum Jabar Istemewa berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan itu demi kejelasan hukum dan agar polemik tidak semakin melebar di masyarakat.
Sebelumnya, KAMI Karawang melaporkan KDM bersama dua kepala desa, H. Junaedi (Kepala Desa Wadas) dan Dede Sudrajat (Kepala Desa Sukamakmur), ke KPK. Laporan tersebut diajukan sebagai bentuk dorongan agar lembaga penegak hukum memeriksa sejumlah dugaan ketidakterbukaan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan di Karawang.
Menanggapi pelaporan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tidak ingin memperpanjang polemik. Ia menegaskan bahwa dirinya dan jajaran pemerintah saat ini sedang fokus pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Gak usah ditanggapi-lah. Wong kita lagi ngeberesin sungai, mengembalikan aset-aset tanah ke negara,” ujar KDM dalam sebuah video yang beredar.

0 Comments