KARAWANG, halokrw.com – Niat sederhana Sifaul Iliati Nur Alawiyah (19) malam itu hanyalah ingin mengabadikan momen bersama keluarga lengkap. Saat makan bersama di sebuah mal di Karawang, Sifa sempat mengajak ayah, ibu, dan adik-adiknya untuk foto bersama.
Namun karena hari sudah keburu sore dan keluarga harus segera melanjutkan perjalanan, niat itu urung dilakukan.
“Saya cuma mau foto keluarga lengkap,” tutur Sifa, mengingat kembali momen sebelum kecelakaan tragis menimpa keluarganya.
Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun. Hanya ada keinginan kecil yang terasa biasa saja saat itu, namun kini berubah menjadi penyesalan yang paling menyakitkan.
“Saya bilang, ‘Mah ayo foto keluarga.’ Tapi enggak jadi karena sudah sore dan mau ke rumah om,” katanya lirih.
Malam itu, Sifa menjadi saksi hidup kepergian keluarganya dalam satu malam. Ayah, ibu, dan satu adiknya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Irigasi Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Karawang, pada Minggu (15/2) malam.
Saat kejadian, Sifa berada dalam satu mobil bersama ayahnya, ibunya, serta tiga adiknya. Mereka baru saja pulang dari sebuah pusat perbelanjaan. Kepergian itu dilakukan untuk makan bersama sekaligus merayakan ulang tahun sang ibu dan kelulusan tahfidz salah satu adiknya.
“Kita cuma pengin makan-makan aja. Mama yang ngajakin. Sekalian mau jenguk om mama yang lagi sakit,” ujar Sifa.
Sesaat sebelum kecelakaan, Sifa menuturkan kondisi jalan cukup gelap dan arus lalu lintas ramai. Namun tiba-tiba, sebuah kontainer dari atas merangsek masuk ke ruas jalan.
Dalam hitungan detik, kontainer tersebut terguling ke arah mobil yang ditumpangi keluarganya. Sifa menyebut ayahnya tidak sempat menghindar karena situasi yang terjadi begitu cepat.
“Bapak saya udah enggak bisa ngehindar lagi. Di situ kita panik. Udah teriak-teriak. Mama! Mama!” ujarnya terisak.
Ayah, ibu, dan satu adik Sifa yang duduk di kursi depan seketika tertimpa. Atap mobil ambruk, kap depan hancur, dan kaca-kaca pecah berserakan. Kondisi mobil ringsek parah.
Sifa yang duduk di kursi belakang sempat berusaha membuka pintu. Namun pintu sudah bengkok, handle copot, dan kunci tak bisa digerakkan dari dalam.
“Saya tarik-tarik enggak bisa. Pintunya sudah enggak bisa dibuka,” katanya.
Dalam kepanikan, Sifa dan adiknya yang berada di kursi belakang akhirnya bisa keluar melalui jendela yang pecah akibat tertimpa badan truk.
Sementara itu, ayah, ibu, dan satu adiknya tak terselamatkan. Ketiganya meninggal dunia di lokasi kejadian.

0 Comments