KARAWANG, halokrw.com – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting di daerah. Kali ini, melalui program “1 Hari 2 Telur”, Pemkab Karawang meluncurkan bantuan nutrisi bagi balita yang masuk kategori stunting dan sangat stunting.
Peluncuran program ini dilakukan di sela-sela kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang digelar di Kecamatan Rengasdengklok, Selasa (4/11/2025) lusa kemarin. Kegiatan secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, yang hadir mewakili Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Karawang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa program “1 Hari 2 Telur” merupakan upaya konkrit Pemkab Karawang dalam memperkuat intervensi gizi, khususnya untuk balita yang membutuhkan tambahan asupan protein hewani.
“Kita ingin memastikan setiap anak Karawang tumbuh sehat dan kuat. Telur ini sederhana, tapi sangat bergizi. Kami berharap program ini bisa benar-benar membantu anak-anak kita terhindar dari stunting,” ujar Wabup Maslani.
Program ini bersumber dari APBD II Tahun 2025 dan akan berlangsung selama tiga bulan. Sasaran utamanya adalah balita pendek dan sangat pendek yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang.
Pelaksanaan teknis dilakukan oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) di masing-masing kecamatan, dengan bantuan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menyalurkan langsung telur ke rumah penerima manfaat. Orang tua balita juga diwajibkan menandatangani formulir tanda terima setiap minggu, sementara petugas akan melaporkan data pertumbuhan berat dan tinggi badan balita melalui sistem pelaporan online DPPKB Karawang.
Program ini telah berjalan sejak 13 Oktober 2025, dan hingga 4 November 2025 tercatat telah terealisasi selama 22 hari pemberian dengan serapan anggaran mencapai Rp172,48 juta atau 32,03% dari total Rp538,57 juta.
Wabup Maslani menegaskan, program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, serta dunia usaha, dan menjadi langkah berkelanjutan setelah uji coba intervensi telur pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan berat dan panjang badan balita.
“Kami akan terus dorong agar program ini berkesinambungan dan berdampak nyata. Mencegah stunting bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga masa depan generasi Karawang,” pungkasnya.

0 Comments