BANDUNG, halokrw.com – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), memberikan tanggapan singkat usai namanya tercantum dalam laporan yang diajukan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Karawang, H. Elyasa Budianto, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Saat ditanya wartawan mengenai pelaporan tersebut, KDM terlihat tidak ingin memperpanjang polemik. Ia menegaskan bahwa dirinya dan jajaran pemerintah saat ini sedang fokus pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Gak usah ditanggapi-lah. Wong kita lagi ngeberesin sungai, mengembalikan aset-aset tanah ke negara,” ujar KDM dalam sebuah video yang beredar.
Sebelumnya, KAMI Karawang melaporkan KDM bersama dua kepala desa—H. Junaedi (Kepala Desa Wadas) dan Dede Sudrajat (Kepala Desa Sukamakmur)—ke KPK. Laporan tersebut diajukan sebagai bentuk dorongan agar lembaga penegak hukum memeriksa sejumlah dugaan ketidakterbukaan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan di Karawang.
Presidium KAMI Karawang, H. Elyasa Budianto, menyampaikan bahwa pelaporan ke KPK merupakan langkah hukum untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pejabat publik. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui detail setiap kegiatan pemerintahan, terutama yang menyangkut penggunaan anggaran.
“Kami ingin memastikan semua proses berjalan terang benderang dan sesuai aturan,” tegas Elyasa.
Menurut Elyasa, pihaknya merujuk pada berbagai regulasi terkait keterbukaan informasi dan mekanisme pengawasan publik, termasuk Perpres No. 54/2010 jo. Perpres No. 70/2012 serta aturan pendukung lainnya.

0 Comments