Tak Puas Hasil Dialog, Massa Aksi Tandai Jalan Berlubang Jatisari dengan Sampah


KARAWANG, halokrw.com – Ketidakpuasan terhadap hasil dialog dengan pihak PPK 1.1 Jawa Barat mendorong massa aksi melanjutkan gerakan protes dengan turun langsung ke ruas jalan berlubang di wilayah Jatisari, Kabupaten Karawang, Senin (2/2) pagi. Jalan jalan berlubang tersebut sengaja ditutup sampah dengan tujuan menandai lokasi berbahaya agar tidak lagi terjadi kecelakaan.

Merasa tak mendapat kepastian maupun solusi konkret, massa menandai titik-titik jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Berbagai benda seadanya digunakan sebagai penanda, mulai dari kayu, bangku, ban bekas, sampah, hingga safety cone dan rambu lalu lintas.

Sebelumnya, gelombang protes warga terhadap rusaknya infrastruktur jalan kembali pecah di Karawang. Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Karawang Diguncang Jalan Berlubang” sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna.

Aksi tersebut sempat memanas ketika massa mencoba menghentikan arus lalu lintas di jalur Pantura, tepatnya di depan kawasan McDonald’s Klari. Namun upaya penutupan jalan itu tidak berlangsung lama setelah aparat kepolisian turun tangan membubarkan aksi. Polisi memadamkan api yang sempat dinyalakan massa serta menertibkan spanduk-spanduk protes.

Usai dibubarkan, pengunjuk rasa tidak membubarkan diri. Mereka justru mengalihkan titik aksi ke Kantor PPK 1 Jawa Barat, yang merupakan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di wilayah Karawang.

Baca Juga:  Wajah Baru Kantor Pemkab Karawang, Sejumlah Fasilitas Publik Mulai Dibangun

Dalam orasinya, Tri Prasetyo putra mumpuni selaku Koordinator Aksi mengungkapkan, massa menuntut pemerintah di semua level, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat, untuk segera melakukan perbaikan jalan tanpa menunggu polemik kewenangan.

“Kami menilai, kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut telah memicu kecelakaan dan merenggut korban jiwa,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus ditempatkan sebagai kepentingan tertinggi negara. Prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto digaungkan sebagai pengingat bahwa hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat.

“Massa juga menyatakan akan memperluas konsolidasi dengan warga dari Jatisari, Cikampek, dan Jomin untuk melakukan tekanan lanjutan dengan mengepung Kantor PPK 1 Jawa Barat hingga ada kepastian realisasi perbaikan jalan,” terangnya.

Iklan
Ad 1

Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments