KARAWANG, halokrw.com – Tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma pengganggu di sungai dan saluran irigasi ternyata memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik. Berangkat dari permasalahan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Kelompok 52 menghadirkan inovasi SIMBA (Sistem Inovasi Mesin Biomassa) di Desa Talagajaya, Kecamatan Pakisjaya.
Program yang disosialisasikan pada 4 Juli 2026 itu menawarkan solusi teknologi tepat guna untuk mengolah eceng gondok menjadi bahan baku pupuk organik dan pakan ternak. Kehadiran SIMBA diharapkan mampu menjawab persoalan melimpahnya eceng gondok yang selama ini menghambat aliran air serta mengganggu aktivitas pertanian di sekitar saluran irigasi Desa Talagajaya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperagakan secara langsung cara kerja mesin SIMBA yang mampu mencacah eceng gondok sehingga lebih mudah diolah menjadi produk yang bermanfaat. Sosialisasi ini dihadiri Kepala Desa Talagajaya, para Ketua RT, perwakilan kelompok tani, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Tak hanya memperkenalkan teknologi, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat eceng gondok sebagai pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, tanaman tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak setelah melalui proses pengolahan yang tepat, sehingga limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat berharap inovasi SIMBA tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk membantu petani, peternak, sekaligus menjaga kebersihan sungai dan saluran irigasi di Desa Talagajaya.

0 Comments