KARAWANG, halokrw.com – Saban hari, hidup mereka dikejar oleh waktu, narasumber, dan deadline berita. Di lapangan, riuh kompetisi memburu informasi terbaik menjadi menu wajib yang tak bisa ditawar. Namun, Jumat pagi ini (5/6), atmosfer persaingan itu sejenak menguap di Plaza Pemda Karawang.
Sebanyak 120 jurnalis yang datang dari 14 organisasi pers berbeda memilih menanggalkan sekat ego sektoral. Mereka berkumpul, melempar tawa, dan merapatkan barisan dalam satu frekuensi yang sama: kebersamaan.
Momen hangat ini menandai keberangkatan rombongan Jambore Jurnalis Karawang yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang. Dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, ratusan kuli tinta ini bergerak meninggalkan penat perkotaan menuju rimbun dan dinginnya kawasan Cikole, Lembang, Bandung, untuk berkemah bersama selama dua hari hingga Sabtu (6/6).
Solidaritas yang melampaui perbedaan bendera organisasi ini menorehkan kesan mendalam bagi Wakil Bupati H. Maslani. Saat melepas keberangkatan, ia tak dapat menyembunyikan rasa bangganya melihat kerukunan para pencari berita tersebut.
“Saya melihat berkumpulnya 120 peserta dari 14 organisasi jurnalis ini adalah bukti nyata bahwa pers di Karawang itu kompak, solid, dan punya semangat yang tinggi,” ungkap Maslani. “Kita tahu sehari-hari jurnalis berada di lapangan, bekerja keras memeras keringat mencari berita. Hari ini, semuanya melebur jadi satu di sini.”
Bagi Maslani, pemandangan ini menjadi energi baru yang menyejukkan. Di tengah fungsi media sebagai kontrol sosial pemerintah yang kritis, ruang-ruang silaturahmi seperti jambore ini dinilai esensial untuk menjaga kewarasan dan kemitraan yang sehat demi kemajuan daerah.
Sementara itu, dari sudut pandang tantangan profesi, Wakil Ketua DPRD Karawang, Dian Fahrud Zaman, menilai bahwa modal kebersamaan yang kokoh ini adalah benteng pertahanan terbaik jurnalis hari ini. Di era kontemporer, pers tak lagi sekadar bertarung dengan sesama media, melainkan dengan arus destruksi teknologi digital yang masif.
“Tantangan era digital membuat informasi semakin subjektif. Di sinilah peran penting jurnalis untuk terus menjadi pilar demokrasi dan penjernih informasi bagi masyarakat,” tutur Dian.
Untuk itu, Dian berpesan agar insan pers Karawang terus adaptif dan berinovasi tanpa kehilangan ruh sejatinya. Guna mendukung penuh ruang rajut kebersamaan ini, pihak legislatif bahkan secara khusus memfasilitasi kebutuhan logistik di alam terbuka nanti.
Ketua PWI Karawang, Nila Kusuma, menyampaikan rasa haru sekaligus terima kasih atas dukungan total dari jajaran Pemkab dan DPRD Karawang. Baginya, menyatukan ratusan kepala dengan latar belakang organisasi yang berbeda bukanlah perkara mudah, namun dukungan dari berbagai pihak membuat hajat ini terasa ringan.
“Terima kasih kepada Pemkab dan DPRD, terkhusus Kang Dian Wakil Ketua DPRD yang sudah sangat membantu memfasilitasi 25 tenda di Cikole buat tempat bernaung para peserta,” ucap Nila.
Di bawah naungan 25 tenda di tengah hutan pinus Cikole nanti, perbedaan wadah perjuangan pers itu dipastikan larut dalam gelas kopi yang sama. Lewat jambore ini, para jurnalis Karawang ingin membuktikan; sekeras apa pun riak berita di lapangan, ketika urusan persaudaraan dan daerah memanggil, mereka adalah satu barisan yang tak terpisahkan.

0 Comments