KARAWANG, halokrw.com – Tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini semakin kompleks. Selain cuaca yang sulit diprediksi, petani juga harus menghadapi ancaman penyakit tanaman yang berpotensi menurunkan hasil panen. Kondisi tersebut mendorong hadirnya berbagai inovasi untuk menjaga produktivitas pertanian, termasuk di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.
Salah satu inovasi yang mulai diperkenalkan kepada petani adalah fungisida MIRAVIS Duo®️ yang mengusung teknologi ADEPIDYN™️. Produk perlindungan tanaman ini diklaim mampu membantu menjaga kesehatan tanaman padi, mengendalikan penyakit secara lebih efektif, serta mendukung peningkatan kualitas hasil panen.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan bahwa perlindungan tanaman menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Menurutnya, MIRAVIS Duo®️ dirancang untuk memberikan perlindungan lebih lama terhadap penyakit tanaman sekaligus menjaga kondisi daun tetap sehat selama masa pertumbuhan.
“Tanaman yang sehat akan mendukung proses pembentukan bulir padi yang lebih baik sehingga produktivitas dan kualitas panen dapat tetap terjaga,” ujarnya.
Kabupaten Karawang sendiri masih menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Jawa Barat. Dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 99 ribu hektare, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, menyambut baik hadirnya berbagai inovasi teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi. Menurutnya, dukungan teknologi perlindungan tanaman yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan produktivitas lahan pertanian.
“Kami berharap inovasi seperti ini dapat membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen sehingga daya saing pertanian Karawang semakin kuat,” katanya.
Pengalaman positif juga dirasakan sejumlah petani yang telah menggunakan produk tersebut. Haji Lukman, petani asal Karawang, mengaku melihat perubahan pada kondisi tanaman setelah aplikasi fungisida dilakukan. Daun tanaman terlihat lebih hijau, pertumbuhan lebih baik, dan kualitas gabah yang dihasilkan dinilai lebih bagus dibanding sebelumnya.

0 Comments