Sekda Karawang Bawa Inovasi Tangkar ke Forum Nasional Jakarta Smart City


KARAWANG, halokrw.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, membawa cerita tentang inovasi pelayanan publik Karawang melalui aplikasi Tanggap Karawang (Tangkar) dalam forum nasional Jakarta Smart City, Kamis (20/8/2026).

Asep Aang menjadi salah satu pembicara dalam JAKI & Fellowship Cities Forum: Sharing Best Practices in Digital Transformation and Public Innovation yang digelar pada 19-20 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, Asep Aang berbagi pengalaman Pemkab Karawang dalam mengembangkan layanan publik berbasis digital. Salah satu yang dibahas adalah Tangkar, aplikasi yang menjadi kanal masyarakat untuk menyampaikan berbagai laporan dan persoalan kepada pemerintah daerah.

Menurut Asep Aang, penggunaan teknologi dalam pemerintahan tidak cukup hanya dengan membuat aplikasi. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar berguna dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Transformasi digital di Karawang ini suatu keniscayaan. Ada banyak aplikasi yang muncul, tetapi pertanyaannya apakah aplikasi itu bisa menjawab permasalahan di masyarakat,” kata Asep Aang.

Ia mengatakan, pola masyarakat saat ini juga terus berubah. Warga menginginkan pelayanan yang lebih cepat, mudah dan bisa diakses kapan saja. Karena itu, pemerintah daerah harus ikut menyesuaikan cara kerjanya.

Hal tersebut pula yang menjadi salah satu dasar pengembangan Tangkar. Melalui aplikasi ini, masyarakat tidak hanya bisa menyampaikan pengaduan, tetapi juga dapat memantau proses penanganan laporan yang disampaikan.

Baca Juga:  Kirab Cap Go Meh 2025: Tradisi, Budaya, dan Semangat Toleransi

Tangkar juga terhubung dengan sejumlah instansi vertikal di daerah. Laporan yang masuk kemudian diteruskan kepada pihak yang berkaitan untuk ditindaklanjuti.

Setiap tahunnya, Pemkab Karawang menerima sekitar 6.000 hingga 7.000 laporan masyarakat. Aduan yang masuk pun beragam, mulai dari persoalan pelayanan hingga masalah sederhana seperti kendala akses dan lupa kata sandi.

Bagi Asep Aang, banyaknya laporan tersebut tidak selalu berarti persoalan di masyarakat semakin banyak. Justru, hal itu bisa menjadi tanda bahwa masyarakat sudah mengetahui dan percaya kepada pemerintah sebagai tempat untuk menyampaikan persoalan.

“Yang berubah bukan hanya teknologi, tetapi juga ekspektasi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Asep Aang juga menekankan bahwa teknologi hanyalah alat. Keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada kepemimpinan, tata kelola, kerja sama antarinstansi serta kemampuan pemerintah mengintegrasikan sistem dan data.

Karena itu, Pemkab Karawang tidak ingin transformasi digital hanya berhenti pada penambahan aplikasi. Teknologi harus membuat pelayanan lebih mudah diakses dan pemerintah lebih cepat merespons kebutuhan warga.

“Pemerintah Kabupaten Karawang tidak membangun aplikasi demi aplikasi, tetapi membangun pemerintahan yang semakin mudah diakses, semakin responsif, semakin terintegrasi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Iklan
Ad 1

Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments