KARAWANG, halokrw.com – Pelestarian budaya lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak. Komitmen itu ditunjukkan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melalui pembinaan seni budaya bagi masyarakat pesisir Pantai Utara (Pantura), khususnya di Kabupaten Karawang dan Subang.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan Teater Sacila (Satu Cilamaya), kelompok teater yang beranggotakan siswa SMAN 1 Cilamaya. Kelompok ini dikenal konsisten mengangkat bahasa Sunda dalam setiap pementasannya sebagai upaya menjaga identitas budaya masyarakat pesisir.
Selama setahun terakhir, PHE ONWJ mendukung dua pementasan Teater Sacila. Pertama, pertunjukan bertajuk Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa? dengan lakon Tuntungna Tunggara yang digelar pada April 2026. Selanjutnya, lakon Kalangsu dipentaskan dalam Festival Teater Pelajar Basa Sunda di Karawang pada 25 Juli 2026 dan berhasil meraih Juara II tingkat Kabupaten Karawang. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak pesisir mampu bersaing sekaligus menjadi media pelestarian budaya daerah.
Tak hanya di Karawang, dukungan PHE ONWJ juga diberikan pada Festival Sawangan Petengan Ke-4 di Desa Blanakan, Kabupaten Subang. Festival ini menampilkan tradisi menerbangkan sawangan, layang-layang berukuran raksasa yang dipadukan dengan petengan, alat tradisional yang menghasilkan bunyi khas saat tertiup angin. Tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya masyarakat pesisir Pantura yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain perlombaan sawangan, festival juga diramaikan dengan pertunjukan seni tradisional, demonstrasi pembuatan sawangan, pertunjukan cahaya, hingga bazar UMKM. Melalui kegiatan tersebut, PHE ONWJ berharap pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan dukungan terhadap kegiatan budaya diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah sekaligus menjaga kearifan lokal pesisir Pantura agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Apresiasi juga disampaikan pelatih Teater Sacila, Hendrik Agustian. Menurutnya, dukungan yang diberikan PHE ONWJ menjadi penyemangat bagi para pelajar untuk terus berkarya serta mempertahankan penggunaan bahasa Sunda melalui seni teater sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

0 Comments